Fisik tidak menjamin kebahagian, berbahagialah dengan apa yang kamu miliki sekarang.

Tak perlu dilihat dari zaman pun, memang sudah pasti kita semua menginginkan pasangan dengan tampang yang mempesona. Tak peduli bagaimana pendapat orang lain bagaimana tampang kita, tetap saja ingin memiliki pasangan yang “perfect”. Apakah benar dari sebuah kesempurnaan dari sebelah pihak bisa menciptakan hubungan yang bahagia ? Bisakah kita bahagia karena ‘sempurna’ hanya ada pada pasangannya ? Aku pikir itu adalah sesuatu yang tidak mungkin. ‘Bahagia’ adalah ketika bisa menerima dan diterima apa adanya jati diri seseorang, tanpa ada keterpaksaan dan maksud yang tidak baik. Bayangkan jika pasangan kita sempurna, apalagi yang kita lakukan ? Bukankah suatu hubungan adalah saling melengkapi, saling berbagi, mengerti satu sama lain ? Menurutku pribadi seperti itulah kebahagiaan yang murni kita dapatkan dari kesempurnaan suatu hubungan.
Seringkali ketika melihat pasangan dengan lelaki yang tampan dan perempuan yang biasa-biasa saja, ataupun sebaliknya. Orang-orang pasti sering melontarkan bermacam-macam komentar. Seperti “padahal lelakinya tampan, tetapi pasangannya biasa saja sih” dan semacamnya. Memang, kita lebih senang memandang pasangan yang tampan dengan yang cantik. Tapi bukan berarti kita harus tak setuju jika yang tampan dan yang cantik berpasangan dengan yang standar saja. Tampang memang nomor satu. Tetapi jika tampang hanyalah modal utama dalam berhubungan, tanpa ada kasih sayang dan ketulusan, tak pantas untuk diperjuangkan.
Orang yang tampan maupun cantik. Tetapi tidak bisa memahami, menyayangi, dan menerima semua keterbatasan, hanyalah orang yang tidak akan menemukan kebahagiaan dan kehangatan dalam hidupnya.
Janganlah memprioritaskan wajah, karena kita tak tau apa yang ada dibalik pesona tampangnya. Perhatikan dia yang menunjukkan sisi dalamnya tanpa ada ‘sandiwara’. Jadilah apa adanya dan menerima keterbatasan dia yang mencintaimu, dan katakanlah “aku memilih kamu bukan karna apa yang kamu miliki, bukan juga ketertarikan fisik. Aku memilih kamu karna aku nyaman dan aku bahagia”

Tinggalkan komentar