
Seringkali ketika melihat pasangan dengan lelaki yang tampan dan perempuan yang biasa-biasa saja, ataupun sebaliknya. Orang-orang pasti sering melontarkan bermacam-macam komentar. Seperti “padahal lelakinya tampan, tetapi pasangannya biasa saja sih” dan semacamnya. Memang, kita lebih senang memandang pasangan yang tampan dengan yang cantik. Tapi bukan berarti kita harus tak setuju jika yang tampan dan yang cantik berpasangan dengan yang standar saja. Tampang memang nomor satu. Tetapi jika tampang hanyalah modal utama dalam berhubungan, tanpa ada kasih sayang dan ketulusan, tak pantas untuk diperjuangkan.
Orang yang tampan maupun cantik. Tetapi tidak bisa memahami, menyayangi, dan menerima semua keterbatasan, hanyalah orang yang tidak akan menemukan kebahagiaan dan kehangatan dalam hidupnya.
Janganlah memprioritaskan wajah, karena kita tak tau apa yang ada dibalik pesona tampangnya. Perhatikan dia yang menunjukkan sisi dalamnya tanpa ada ‘sandiwara’. Jadilah apa adanya dan menerima keterbatasan dia yang mencintaimu, dan katakanlah “aku memilih kamu bukan karna apa yang kamu miliki, bukan juga ketertarikan fisik. Aku memilih kamu karna aku nyaman dan aku bahagia”